Preview VN Terbaru: Selia

Teppancake β€’ β€’ 67 dilihat

Jauh di pedalaman hutan yang tak tersentuh peta modern, tersembunyi reruntuhan prasejarah yang menyimpan banyak misteri. Penduduk lokal sering berbisik tentang sosok bayangan yang bergerak tanpa suara di antara pepohonan sebuah entitas pelindung yang akan menelan rasa takut mereka yang tersesat. Sosok itu adalah Selia Ashcroft, sesosok roh Cait Sith dengan wujud gadis muda dengan wujud setengah kucing.

Selia Story: White Days Event

Bagi para pembaca yang menyukai kisah fantasy dan romance namun tidak menghilangkan kesan modern di era ini, kisah tentang Selia Ashcroft dan MC kita menawarkan premis yang cukup menarik. Selia bukanlah gadis biasa; ia adalah entitas spiritual Cait Sith yang diciptakan sebagai senjata oleh organisasi ilegal STAIRS. Dengan masa lalu yang penuh trauma dan kemampuannya memakan emosi gelap, cerita ini seolah menjanjikan ketegangan tanpa henti.

Namun, daya tarik sesungguhnya dari kisah ini justru terletak pada momen-momen jeda di mana sang MC membawa Selia keluar dari dunianya yang sempit. Di sela-sela ekskavasi reruntuhan dan pelarian dari ancaman masa lalu, kisah ini menyajikan dinamika slice-of-life yang luar biasa manis.

Bagi kamu yang penasaran, berikut adalah tiga momen paling berkesan saat sang MC merawat dan menemani Selia beradaptasi dengan dunia manusia!

1. Melupakan Trauma di Sudut Toko Dessert

Momen ini adalah titik awal di mana pembaca bisa melihat sisi rapuh Selia. Sang MC yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya, sengaja meluangkan waktu untuk membawa Selia ke kantornya dan mengajaknya makan toko kue yang sepi di pinggiran kota. Di sinilah kita diperlihatkan detail menarik tentang selera sang roh pelindung.

Selia sangat membenci rasa pahit dan suhu panas karena mengingatkannya pada masa lalu kelamnya di laboratorium STAIRS. Sebagai gantinya, sang MC selalu memesankan sepotong kue manis dan segelas susu hangat yang suhunya sudah dipastikan pas. Membaca adegan di mana gadis setengah kucing ini menyembunyikan telinga berbulunya di balik tudung mantel, sementara ekornya berayun pelan karena menikmati rasa manis, memberikan kontras yang sangat indah. Di momen ini, Selia tidak menyerap emosi duka sang MC, melainkan menyerap rasa damai dan kehangatan yang tulus.

2. Menemukan Ketenangan di Lorong Aquarium

Selia adalah entitas yang sangat sensitif dengan tingginya rasa ingin tahu. Oleh karena itu, rekreasi mereka ke aquarium kota menjadi salah satu babak visual yang paling memanjakan imajinasi pembaca.

Di dalam lorong kaca yang dikelilingi air biru dan ikan-ikan yang berenang lambat, Selia akhirnya bisa menurunkan kewaspadaannya. Tidak ada suara dentuman atau kilat cahaya yang memicu traumanya; hanya ada keheningan bawah air yang menenangkan. Sang MC menuntunnya berjalan perlahan, membiarkan mata tajam Selia mengamati dunia dari balik kaca dengan penuh rasa ingin tahu. Momen ini memperkuat ikatan emosional mereka, membuktikan bahwa sang MC benar-benar memahami apa yang dibutuhkan Selia untuk merasa aman di tengah dunia manusia yang asing baginya.

3. Insting Pelindung: Membantu Anak Kecil yang Hilang

Jika dua momen sebelumnya berfokus pada Selia yang dirawat oleh sang MC, momen yang satu ini menunjukkan perkembangan karakter (character development) Selia yang luar biasa. Saat sedang berjalan-jalan, mereka berpapasan dengan seorang anak kecil yang terpisah dari orang tuanya di tengah keramaian.

Sebagai pemakan emosi, Selia awalnya hanya tertarik pada aura ketakutan dan kesedihan pekat yang dipancarkan anak tersebut. Namun, alih-alih hanya "memangsa" emosi itu seperti parasit, intervensi dan bimbingan lembut dari sang MC membuat Selia mengambil tindakan yang berbeda. Dengan insting pelindungnya yang mulai berkembang, Selia membantu menenangkan anak tersebut dan menjaganya dari jarak dekat hingga orang tuanya datang. Adegan ini adalah bukti nyata bahwa Selia bukan lagi sekadar "senjata gagal" yang berdarah dingin, melainkan sosok penjaga yang mulai memahami nilai kasih sayang manusia.

Kesimpulan

Kisah Selia Ashcroft membuktikan bahwa sebuah cerita yang berakar dari trauma dan masa lalu kelam tidak harus selalu dipenuhi dengan pertarungan berdarah. Justru, momen-momen sederhana seperti memakan kue, melihat ikan di aquarium, dan membantu sesama di jalanan inilah yang membuat kita semakin jatuh cinta pada dinamika kedua karakter utamanya. Ini adalah kisah tentang dua jiwa yang saling menyembuhkan di sela-sela kerasnya kehidupan.

Teppancake

Nanami Content Moderator

Tulis Komentar

Komentar anonim diperbolehkan. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui.